Senin, 28 Juni 2010

KEDAULATAN NEGARA DALAM UUD 1945

Oleh: Dody Nur Andriyan

Menurut paham kedaulatan negara, bahwa kekuasaan yang terdapat di dalam negara merupakan resultan dari kodrat alam. Oleh inspirator paham ini, antara lain: George Jellineck dan Paul Laband, dikemukakan bahwa kekuasaan negara adalah yang tertinggi.

Setiap perintah dari penguasa negara yang dimanisfestasikan dalam hukum haruslah ditaati oleh masyarakat. Paham kedaulatan negara inilah yang mengakibatkan munculnya suatu disiplin ilmu yaitu hukum internasional sebagai akibat dari munculnya kedaulatan-kedaulatan yang dimiliki masing-masing negara.

Secara implisit konsep kedaulatan negara itu terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 yang mengakui adanya hak kemerdekaan setiap negara dengan menolak tegas adanya kolonialisme dan segala bentuk penjajahan. ”Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri-keadilan.”

Memang kedaulatan negara ini mengandung arti bahwa negara haruslah mempunyai sebuah kedaulatan penuh dalam semua aspek kehidupannya. Setiap negara yang merdeka dan bebas dari penjajahan akan dapat memiliki kemandirian dalam semua aspk kehidupan terutama dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Kedaulatan negara juga tercermin dalam Pasal 30 ayat (3) UUD 1945:
Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara

Rumusan Pasal 30 ayat (3) UUD 1945 tersebut mencerminkan bahwa NKRI memiliki suatu kedaulatan negara yang mana kedaulatan negara yang tercermin dalam kedaulatan wilayah dijaga oleh TNI.

(Gambar duplikasi dari mascholik.wordpress.com/2009/07/...og-saya/)

Tidak ada komentar: