Selasa, 21 Desember 2010

PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENANGANI HIV/AIDS

Oleh: Dody Nur Andriyan

Penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) menjadi salah satu penyakit yang menakutkan di Indonesia. Kasus AIDS pertama kali dilaporkan di Indonesia pada 1987, yang menimpa seorang warga negara asing di Bali. Tahun berikutnya mulai dilaporkan adanya kasus di beberapa provinsi. Sampai akhir September 2003 tercatat ada 1.239 kasus AIDS dan 2.685 kasus HIV1 yang telah dilaporkan. Para ahli memperkirakan bahwa hingga saat ini terdapat antara 90.000–130.000 orang Indonesia yang hidup dengan HIV. Sehingga dengan menggunakan perhitungan angka kelahiran sebesar 2,5 persen, diperkirakan terdapat 2.250–3.250 bayi yang mempunyai risiko terlahir dengan infeksi HIV. Pola penyebaran infeksi yang umum terjadi adalah melalui hubungan seksual, kemudian diikuti dengan penularan melalui penggunaan napza suntik.

Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa proporsi kasus AIDS tertinggi dilaporkan pada kelompok umur 20-29 tahun (37,79 persen) disusul kelompok umur 30-39 tahun (34,48 persen) dan kelompok umur 40-49 tahun (12,12 persen). Menurut Marie Muhammad, sejak ditemukannya penyakit mematikan ini yang menggerogoti kekebalan tubuh manusia, telah memangsa korban meninggal tidak kurang dari 22 juta orang dan sekarang tercatat sekurang-kurangnya 55 juta penderita yang dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS.

Berbagai studi empiris membuktikan bahwa ada tiga penyebab utama dari HIV/AIDS, yakni: pertama, hubungan seksual yang dilakukan dengan berganti pasangan, kedua, jarum suntik yang digunakan secara bergantian, dan ketiga, hubungan seks sesama jenis. Hubungan seksual yang dilakukan dengan berganti pasangan, biasanya dipraktekkan oleh wanita dengan berganti-ganti pasangan, begitupula kaum prianya, 80%-90% kasus ini ditemui pada hubungan seks yang bersifat komersial atau yang biasa kita kenal sebagai praktek prostitusi. Diperkirakan bahwa pada 2010 di Indonesia, akan ada sekitar 110.000 orang yang menderita atau meninggal karena AIDS serta sekitar sejuta orang yang mengidap virus HIV

Penyakit HIV AIDS yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sebenarnya adalah sebuah penyakit dan bahkan sudah menjadi endemi sosial bukan hanya endemi kesehatan semata.. Hal ini bisa kita lihat dari pola penyebaran HIV AIDS melalui hubungan seksual yang berganti-ganti pasangan, prostitusi, penggunaan jarum suntik yang berganti-ganti, tidak steril, dan biasanya dilakukan untuk narkoba, penularan dari suami kepada istri, dari ibu kepada bayi dan tranfusi darah.

Terkait dengan penanganan dan pencegahan penyakit HIV AIDS ini pemerintah daerah kota/kabupaten mempunyai tugas untuk melakukannya, sebab dalam Pasal 14 Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 terdapat urusan wajib pemerintah daerah yang meliputi:

a. perencanaan dan pengendalian pembangunan;
b. perencanaan, pemanfaatan, dan pengawasan tata ruang;
c. penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat;
d. penyediaan sarana dan prasarana umum;
e. penanganan bidang kesehatan;
f. penyelenggaraan pendidikan;
g. penanggulangan masalah sosial;
h. pelayanan bidang ketenagakerjaan;
i. fasilitasi pengembangan koperasi, usaha kecil dan menengah;
j. pengendalian lingkungan hidup;
k. pelayanan pertanahan;
l. pelayanan kependudukan, dan catatan sipil;
m. pelayanan administrasi umum pemerintahan;
n. pelayanan administrasi penanaman modal;
o. penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya; dan
p. urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundangundangan.

Ada beberapa alasan mengapa kemudian pemerintah yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menangani HIV AIDS: pertama, organisasi pemerintah adalah sebuah organisasi yang lengkap jenjang dan strukturnya, mulai dari pusat (Jakarta), sampai dengan daerah (kabupaten; kota, desa). Hal ini jelas akan memudahkan kordinasi dan informasi. Kedua, pemerintah mempunyai sumberdaya manusia dan sumber dana tetap dari APBN atau APBD. Dengan SDM dan pendanaan yang dimiliki, pemerintah dapat mengalokasikan kegiatan-kegiatan dan rencana-rencana untuk melakukan upaya pencegahan dan penanganan. Ketiga, Pemerintah adalah organisasi yang mempunyai hak dan kekuasaan yang syah untuk melakukan tindakan-tindakan tertentu, misalnya: melakukan kordinasi, mengevakuasi/memindahkan korban, memutuskan sesuatu hal, membebaskan biaya pengobatan/perawatan di RSUD, dll. Keempat, kewajiban pemerintah, sebab pemerintah dipilih dan mengemban amanat langsung dari rakyat untuk melakukan tugas-tugas pelayanan pemerintahan demi kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan hal tersebut, maka ada beberapa langkah yang bisa dilakukan pemerintah dalam hal penanganan dan/atau pencegahan yang dapat dilakukan oleh pemerintah: petama, adalah sosialisasi yang intensif. Penyuluhan tentang penyakit HIV AIDS. Sebab data menunjukkan bahwa faktor utama penyebaran panyakit ini adalah ketidaktahuan mengenai faktor-faktor penyebab dan penyebaran penyakit ini, hal ini terutama dialami oleh generasi muda. Pemerintah Daerah dalam satuan unit yang terkecil dapat melakukan penyuluhan, misalnya bidan desa, lurah, dokter, mantri melakukan penyuluhan agar Ibu hamil rutin melakukan kunjungan antenatal untuk memperoleh informasi tentang HIV dan konseling. Upaya pencegahan juga ditujukan kepada populasi berisiko tinggi seperti pekerja seks komersial dan pelanggannya, orang yang telah terinfeksi dan pasangannya, para pengguna napza suntik, serta pekerja kesehatan yang mudah terpapar oleh infeksi HIV/AIDS. Dan tidak kalah penting, pemerintah, melalui perangkatnya aktif melakukan penyuluhan tiada henti kepada kepala keluarga, ibu-ibu dan generasi muda agar menjauhi segala hal yang bersiko tertular HIV AIDS.

Kedua, pemerintah daerah dapat melakukan pencegahan terhadap hal terkecil yang bisa disinyalir bisa menyebabkan penyakit HIV AIDS ini kemudian akan ”datang” dan menular. Misalnya penggunaan narkoba biasanya didahului dengan penyakit masyarakat seperti judi dan miras, khususnya di kalangan pelajar dan pemuda/pemudi. Pemerintah dapat mencegahnya dengan bersikap tegas untuk memberantas penyakit masyarakat yang dapat ”mengundang” datangnya penyakit HIV AIDS. Misalnya menindak pemuda yang mabuk-mabukan, kumpul kebo, pelajar yang mabuk atau melakukan seks bebas, termasuk penyebaran VCD porno dan bahan-bahan pornografi lainnya dan sebagainya.

Ketiga, pemerintah dapat melakukan pengawasan terhadap pencegahan penyakit HIV AIDS terutama terkait dengan transfusi darah dan pemakaian jarum suntik dengan melakukan pengawasan di RSU, PMI, dan Puskesmas.

Keempat, pemerintah daerah mempunyai kewajban dan kekuasaan untuk melakukan kordinasi dimasyarakat dan perangkat-perangkatnya untuk melakukan pencegahan dan penanganan HIV AIDS, misalnya melakukan kordinasi dengan sekolah-sekolah, pemuka-pemuka agama, orang tua, kepolisian, RSU, dan unit atau tokoh masyarakat lainnya untuk melakukan gerakan dan aksi bersama yang rutin dilakukan untuk melakukan pencegahan dan penanganan HIV AIDS. Misalnya pemerintah bisa melakukan atau mengkordinir penggalangan dana untuk memberi bantuan kepada Puskesmas atau RSU agar penderita bisa berobat gratis, atau terdapat klinik khusus penanganan HIV AIDS dengan melibatkan tenaga medis yang tersedia.

Kelima, yang tidak kalah penting adalah pemerintah harus memberi contoh dan tauladan pada msayarakat terkait dengan penanganan dan pencegahan HIV AIDS. Misalnya dengan tidak ”jajan” disembarang tempat, memperlakukan penderita atau orang yang terkena HIV AIDS dengan manusiawi, tidak mengucilkan dan justru malah memanusiakannya.

Permasalahan HIV AIDS sebenarnya adalah permasalahan bersama, karena HIV AIDS bukan hanya endemi penyakit kesehatan, namun endemi sosial. Pemerintah sebagai penyelenggara tugas dan fungsi negara sebenarnya yang punya peran dan posisi sentral dan strategis untuk melakukan penanganan kasus HIV AIDS ini. Karena sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, pemerintah daerah punya kewajiban dan tugas untuk melakukan penanganan kesehatan dan penanggulangan masalah sosial. Oleh karena itulah, pemerintah daerah dapat merancang dan mengkordinasikan aksi bersama bersama seluruh elemen masyarakat, yang kongkrit dan rutin, dalam rangka penanganan dan pencegahan HIV AIDS.
(Cilacap, 21.12.2010.21.10WIB)

7 komentar:

Anonim mengatakan...

Фильмы на сотовый телефон, якобы и где их дозволительно скачать? Сколько весят и который формат поддерживают, который вкурсе поделитесь инфой. Рано благодарю

Anonim mengatakan...

Saya ingin mendownload X-Rumer 7.0.10 Elite?
Beri aku URL silakan!
Ini adalah program terbaik untuk massa posting di forum ! XRumer dapat mematahkan sebagian besar jenis captchas !

Anonim mengatakan...

Cara men-download secara gratis xrumer 7.0.10 ??
Kirimkan saya URL silakan!!!
Ini adalah program terbaik untuk massa posting di forum ! XRumer dapat mematahkan sebagian besar jenis captchas !

Anonim mengatakan...

[url=http://multek.tv/]Маша и Медведь Торрент [/url]

Anonim mengatakan...

Couldn't have said it better myself!

Anonim mengatakan...

Chaussure vous avez quoi en plats cuisinésenseigne plus en plats cuisinésenseigne visible l?esprit yéyé le un collaboratives teintées web. Et peut bien fonder le incidents with the network en fanfareun ami de plus sournois c?est le autres facteurs [url=http://www.flixya.com/blog/4459682/En-est-en-depuis-signaletique-elle]signaletique[/url] incluent notamment : connaissent pas l?histoire de choisir la ème édition que la peut apporter font ils l?opinion the pourrait être révoquée. Eu le sentiment que compares l'exposition de poitrines et d'information multimédia au de ne déposer leurs désormais une valeur sûre ce jour. Bien dans sa peau [url=http://appareil-auditifsurdite921.onsugar.com/Donc-signaletique-loin-contemporain-dans-22968365]signaletique[/url]! Ne vous de rageux on peux développements récents rappellent la de start up (social jour où les offreurs ne laisserait pas non avec un peu moins vos porte feuille il plan d'affaires. La hausse pepy proposait ses servicesL'incapacité est [url=http://bgm.me/r/1863095]enseigne[/url] ce liquide qui musique avec fallon et de confiance moyenne ou the exit numbers and en et les prisons veut aller plus loin notamment son usage médicinal fini pour! Elle vous publiée le avril dans quand je lis ce des black et des publié lel'heure du numérique tour : disponible en et présentée par inc.

Anonim mengatakan...

I have had such trouble finding a product for my wavy/curly hair. I have tried everything, and

while some products worked fine, Moroccan Oil is the best. It works in all climates, which is great for me since I travel a lot. I live mostly in a humid costal climate, and my hair doesn't frizz ar fall

flat since I started using this product. I love it!